Kids karate Exam

Gaya dulu sebelum ujian

Beberapa bulan yang lalu, di depan rumah, kami menemukan brosur tentang kegiatan karate yang akan diadakan di lingkungan sekitar komplek. Kebetulan tempat yang di pilih berada di blok kami. Maka ketika itu kak syifa pun langsung bilang mau ikut. Saya tanya kesungguhannya apakah serius atau tidak? setelah yakin, maka saya pun daftarkan kak syifa. Tetapi ternyata adiknya pun ingin ikut. Waktu itu, saya tidak yakin, apakah tsaqif bisa bergabung atau tidak? mengingat ia masih TK, dan badannya juga mungil. Maka saya beri pengertian dulu tsaqif, jika ternyata kebijakan dari pihak karatenya tsaqif belum bisa bergabung, tsaqif tidak boleh bersedih. Akhirnya tsaqif pun berjanji akan menerima keputusannya.

Akhirnya tibalah hari yang dijanjikan untuk berlatih karate. Saat itu, jadwalnya pada malam hari setelah isya. Kemudian diantarlah mereka berdua menemui pelatihnya. Walaupun awalnya tsaqif belum diperbolehkan, karena melihat muka tsaqif yang mupeng banget dan juga ada anak tetangga yang usianya cuma bertaut 6 bulan dengan tsaqif juga ikut, maka tsaqif pun diperbolehkan. 

Karena pada waktu itu sudah masuk musim hujan, dan hampir tiap malam hujan, maka pelatihnya pun memutuskan untuk melaksanakan latihan pada hari minggu pagi. Sejak saat itu, anak-anak (terutama tsaqif), tidak pernah bangun siang lagi kalau minggu pagi. Untuk beberapa minggu mereka semangat untuk mengikuti latihan tersebut. Walaupun saya melihat masih kurang tekanan dan tenaga dalam gerakan mereka. Tapi kami mengikuti mereka karate ini, untuk mengambil adanya disiplin dibalik itu semua. Mereka pun diajarkan untuk rendah hati, saling menghormati, juga konsentrasi dan muka menguatkan fisik mereka. Karena syifa itu agak lemah fisiknya dan gampang sakit. Alhamdulillah setelah itu ada perubahan, ia sudah jarang sakit.

Setelah 2 bulan berjalan masa latihan mereka, tiba-tiba saya dikejutkan berita dari mereka sewaktu pulang latihan, mereka mengatakan kalau mereka akan ikut ujian pada awal februari nanti. "Kok baru 2 bulan sudah ujian? mungkin yang ikut ujian murid lama," kata saya pada mereka. "Nggak kok bun, semuanya ikut kata simpeinya, syifa bersikukuh".


Dan benar, minggu depannya kami, orangtua mendapatkan surat pengumuman ujian, yang akan dilakasanakan pada salah satu mall di kota depok dengan biaya 170 ribu per peserta. Karenu mereka latihannya baru 2 bulan, maka dalam sebulan terakhir, mereka harus berlatih 2-3 kali dalam seminggu. Waaah...... benar-benar kejar target. Sebenarnya kasihan juga mereka seperti itu, tetapi saya melihat mereka semangat, termasuk juga yang kecil.

Akhirnya hari H itu datang, kami pun berangkat dari sejak jam 07.30 pagi menggunakan taksi, karena ayah masih tugas ke india saat itu. Ketika melewati taman depan gerbang perumahan, saya melihat orang tua murid dan juga salah satu simpei berada di sana. Maka saya minta sopir taksi menghentikan laju taksinya. Sampai di luar saya coba tanya salah satu orang tua murid dan mereka mengatakan kumpul di sini dulu, baru sama - sama menuju lokasi. Akhirnya saya cancel saja taksinya. Setelah lama ngobrol dengan orangtua murid lain, saya baru ngeh ternyata lokasi ujian karatenya berubah. Untung, kumpul dulu di sini, kalau ga bisa jadi saya harus keliling-keliling kota depok untuk mencari lokasi ujian. Menurut keterangan simpeinya, bahwa anak-anak sudah diberitahukan tentang perubahan lokasi. Mereka diberi tahunya hanya melalui lisan saja. Tetapi yang namanya anak-anak, belum terlalu ngerti masalah itu. Seharusnya ada surat pemberitahuannya juga. 

Lokasi ujian kali ini di aula mesjid salah satu sekolah swasta kota depok. Dengaan jumlah peserta yang sekitar 700-an orang, aula yang digunakan tidak memadai. Belum lagi ditambah orang tua murid. jadi seperti ada penumpukan manusia. Ditambah lagi saat itu, hampir hujan seharian, maka halaman aula pun tak bisa digunakan, akhirnya berdesaka-desakan dan timbul adu mulut antara beberapa orang tua murid dan panitia.
Sangat terlihat ketidaksiapan panitia kali ini. acara yang awalnya diumumkan akan mulai jam 07.30 mundur sampai jam 9-an lewat baru mulai. Anak-anak pun sudah mulai bosan menunggu.

Duuuh..... kapan mulai ujiannya nih?

Ketika saatnya mulai pelaksanaan ujian, tsaqif pun dipanggil lebih awal, karena usianya yang masih kecil. Saya pun terpaksa menerobos dan berdesakan diantara orang tua - orang tua yang lain supaya bisa menyusup ke depan, ke arah peserta. Tsaqif yang dipanggil bingung, masuk lewat mana? sedangkan pesertanya berdesakan seperti itu. Dia masih aja di sana, belum bergerak keluar. Akhirnya \saya harus menariknya dari kerumunan peserta lain untuk mengantarkannya masuk menuju pintu masuk aula. Seharusnya ada salah satu simpei yang mendampingi mereka, karena mereka masih baru, belum pernah mengikuti ujian sebelumnya. Jadi belum ada pengalaman. Sehingga orang tua pun tidak perlu berdesakan untuk mengamati anaknya.

Saya berharap ujian berikutnya benar-benar dipersiapkan dengan matang. Karena dari obrolan orang tua yang sudah mengikuti ujian sebelumnya, pelaksanaannya tidak seperti saat ini. Katanya sih jauh lebih tertib.

Mengisi waktu dengan bermain sebelum ujian dimulai

Comments

  1. widiiw crowded banget ya acaranya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang, udah gitu di luar hujan, jadi pada berdesakan di teras aula.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Johor baru - singapore trip (part 1)

Johor Bahru - Singapore trip (Part 4)

Ayer - Mutiara Kepulauan