10 Tahun Sudah

gambar diambil dari sini

Saat itu tepat tanggal 22 februari 2004 di kota hujan,  kita mengikat janji untuk bersama - sama berkomitmen mengarungi bahtera rumah tangga. Saat itu kita masih malu-malu, maklum kita nggak melalui proses pacaran. Jadi hanya dari senyuman kita masing-masing yang bisa memperlihatkan bahwa azzam kita sudah kuat untuk menggenapkan dien ini. Kita sama-sama menganggap pernikahan ini bukan hanya masalah cinta kasih semata, tetapi ada ibadah dibalik itu semua. Dengan telah genapnya dien kita, berarti apa yang kita lakukan harusnya memberikan hasil yang maksimal. Termasuk dalam ibadah, seharusnya lebih baik dibandingkan ketika masih single, karena ada yang memberi motivasi kita.

Saat pertama kali kita saling menggenggam tangan dengan kuat, saat itulah kuyakin kalau dengan dirimu diri ini bisa lebih kuat. Saat genggaman tangan itu makin erat, saat itu pula kita berkeyakinan kalau kita akan saling menguatkan dalam kebaikan dan mengingatkan apabila salah satu dari kita melakukan kesalahan. Saat menggenggam tanganmu, disanalah kurasakan engkau memang partner yang dipilihkan Allah untukku untuk kedepannya saling menguatkan dalam menjalankan amanahnya sehingga terbangun generasi robbani. Aamiiin Ya Allah.


Saat pandangan kita bertemu, saat senyum kita saling mengembang, saat itulah kita yakin Allah akan berikan rasa cinta pada kita berdua. Saat itu pulalah kita yakin atas kuasa Allahlah kita bertemu dan atas kuasa Allahlah kita bisa hidup bersama.

Masih ingat kala itu, setelah menikah ketika kita sepayung berdua di bawah hujan rintik-rintik di kebun raya Bogor, suasana yang sederhana itu bisa kita rasakan sebagai sesuatu yang romantis. Ketika makan malam berdua untuk pertama kalinya, kita juga merasakan suasana itu menjadi sesuatu yang romantis. Bagi kita yang tidak berpacaran, apa yang kita lakukan bersama untuk pertama kalinya membuat itu semua menjadi terasa romantis, menjadi sesuatu yang luar biasa.Terkadang saat ini pun, ketika sudah memiliki anak 3, ketika kita pergi hanya berdua saja, rasanya gimana githu... :-)

Sepuluh tahun sudah kita melangkah bersama. Memang itu tidak mudah. Ada suka, ada duka, dan yang pasti konflik pun ada. Alhamdulillah kita bisa melewatinya. Semoga semakin erat ikatan untuk mengarungi biduk ini bersama. Semoga semakin kokoh pondasi yang kita bangun ini. Semoga semakin kuat genggaman kita untuk melalui kehidupan ini bersama. Semoga Allah selalu memberi keberkahan dan meridhoi jalan kita.
Ya Allah jadikan kami pasangan yang saling mendorong dalam kebaikan dan saling mengingatkan dalam kemungkaran. Ya Allah jadikan kami pasangan yang saling mencintai dalam senang ataupun susah. Semoga cinta kita tak pudar sampai akhir masa. Aamiin .......

Comments

  1. yaa ampyuun bund...ternyata dirimu romantis pisaan prikitiw...bacanya berdesir hatiku karena sambil membayangnya dirimu pegangan tangan sama pak andri wkwkwk....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Johor baru - singapore trip (part 1)

Johor Bahru - Singapore trip (Part 4)

Ayer - Mutiara Kepulauan