Thailand Trip (day-3) : Ternyata Mereka Sangat Pengertian (Edisi Phi- phi Island)


Waaah..... sepertinya sudah lama tidak menengok. Kalau diibaratkan seperti rumah, mungkin blog saya sudah banyak jamur dan jaring laba-labanya :-(

oke, saya akan teruskan cerita perjalanan saya ke Thailand. Kali ini tentang cerita ke Phi-phi Island. Phi - phi Island ini sebenarnya terletak di propinsi Krabi Thailand Selatan. Tapi walaupun begitu, banyak yang datang ke pulau ini melalui Phuket. Pulau Phi-phi mulai di kenal khalayak ramai setelah adanya pemutaran film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio. Kalau dari phuket sendiri, para traveller bisa memilih angkutan yang akan digunakan. Waktu itu saya menggunakan kapal fery, yang bisa menampung sekitar 300-an penumpang. Ada juga yang menggunakan speed boat. Kalau ingin melihat pemandangan yang lebih dekat dan juga bisa singgah di pulau lain serta waktu tempuh yang lebih cepat, lebih baik sih naik speed boat. Tetapi biayanya yang pasti lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan big boat. Saya pesan paket tour ke Phi-phi Island melalui travel agent ini via internet. Walaupun sebenarnya di Phuket sendiri di sekitaran hotel banyak sekali agent yang menawarkan tour ke pulau-pulau sekitar Phuket.

Phi - phi Island merupakan kepulauan yang terdiri dari pulau Phi-phi Don dan Phi-phi Leh. Tapi pulau yang berpenghuni adalah pulau Phi-phi Don, yang ikut porak poranda ketika ada kejadian tsuanami di Aceh. Tetapi sekarang semuanya sudah kembali normal, tidak begitu tampak kalau pulau itu dulu sempat hancur diterjang air laut yang mengganas.

Waktu itu hari Jum'at, kami dijemput dari hotel jam 6 pagi. Sampai di Rossada harbour sekitar jam 07.30, karena menjemput yang lain dulu. Sampai sana kami digiring menemui petugas tour yang lain. sebelum masuk kapal kami di beri label yang di tempelkan pada baju dengan warna yang berbeda tergantung agent tour kita. Karna paketnya sekalian makan siang, mereka pun akan menandai di labelnya, Seperti pada kami, karena petugas melihat jilbab saya, mereka akan langsung bertanya apakah saya minta halal food? dan mereka memberi tanda pada label saya dengan kode yang hanya mereka yang tau.


Ketika kami naik ke atas kapal, ternyata kapal sudah ramai, dan kami naik di geladak, di atas main floor. Di main floor terlihat sudah penuh. Ternyata di geladak pun sudah ramai. Di geladak di pasang tenda besar dan mereka meletakkan kursi - kursi plastik. Akhirnya kami pun mendapatkan duduk. Disebelah kami duduk sepasang suami istri dari Spanyol. Dari mulai meminjam charger kamera, maka perbincangan antar kami pun dimulai dengan mereka, Sang suami bercerita bahwa ia pernah ke Indonesia beberapa kali, tepatnya ke surabaya untuk urusan bisnis. Mereka tinggal di Barcelona. Wah... ayah seneng banget, secara beliau kan fansnya klub sepak bola Barcelona. Tapi sayangnya, beliau lupa berkenalan padahal sudah berinteraksi cukup lama :-D

Kami tidak memperhitungkan sebelumnya, ternyata ketika kapal berjalan anginnya kencang sekali. Dan rumaisa pun mulai merasa tidak nyaman. Sehingga ia pun menangis agak kencang. Duuh.... saya pun jadi agak merasa tidak nyaman, ga enak sama orang sekitarnya. Takut di lihat sinis, Seperti yang pernah saya alami di negeri sendiri. Sampai ada yang nasehatin saya kalau anak kecil jangan dibawa naik KRL (sekarang commuter line). Walaupun itu ada benarnya, tetapi memang saat itu keretalah yang memungkin kami gunakan.

Ketika saya sudah mulai hampir panik, ternyata perlakuan para traveller tersebut berbeda. Mereka sangat pengertian. Tiba-tiba ada turis lain yang berwajah oriental meminjamkan handuk anaknya, karena mungkin ia kira rumaisa kedinginan disebabkan oleh kencangnya angin. Sejenak Rumaisa agak tenang, tetapi kemudian ia menangis lagi. Maka turis dari Spanyol yang duduk disamping saya menyarakan saya untuk turun ke main floor, ke area yang lebih tertutup. Beliau pun menawarkan membantu kami dengan membawakan sebagian tas kami. Ketika kita sampai di lantai bawah, dengan inisiatif sendiri sang turis pun mencarikan tempat duduk untuk saya dengan mengelilingi area main floor. Alhamdulillah akhirnya dapat duduk juga. Tak lupa kami pun mengucapkan terima kasih atas pertolongannya. Ternyata pandangan saya selama ini salah, kalau menganggap bule-bule itu individualis dan nggak pedulian itu SALAH. Karena memang fitrah manusia itu punya keinginan untuk menolong tak peduli dia dari ras manapun tergantung orang tersebut ingin memunculkan perilaku tersebut atau tidak.

suasana di main floor

Tidak lama kemudian, tibalah kapal di area sekitar maya bay. Di sini kapal berhenti, tetapi sayangnya tidak bisa mendekat hanya bisa melihat jauh. Penumpang diberi waktu sekitar 15-20 menit untuk mengambil foto di sana. Sayangnya lagi lensa ayah kena percikan air laut, dan ia tidak ngeh sama sekali :-( Bagi yang ingin lebih mengeksplore maya bay, sebaiknya menggunakan speed boat menuju ke sana, cuma ya.... harus mengeluarkan kocek lebih banyak :-)

menuju maya bay



Tiba di Phi-phi Don sekitar jam 11. Bagi yang ikut snorkling pindah ke kapal khusus untuk snorkling yang telah disediakan oleh agen tour. Sebenarnya paket yang saya ambil, termasuk snorkling di dalamnya. Tetapi kami memutuskan tidak ikut, karena ayah ingin mengejar sholat Jum'at di pulau Phi-phi Don. Jadi kami hanya berencana mau lihat-lihat pulau Phi-phi Don saja. Rencana awal, kami langsung menuju view pointnya pulau Phi-phi. tetapi ketika ditengah perjalanan, sudah naik beberapa puluh tangga menuju view point, ayah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju ke sana. Karena beliau takut tertinggal sholat Jum'at dimana sampai saat itu pun kami belum mengetahui letak mesjidnya. Dengan berat hati akhirnya saya pun mengikutinya. Jika ingin melanjutkan sendiri, sepertinya saya tidak kuat harus membawa ransel yang beratnya minta ampun ditambah harus menggendong Rumaisa sambil menaiki tangga yang jumlahnya ratusan. 
Dalam perjalanan menuju view point, kami pun melihat Tsunami Village. Sepertinya itu merupakan perkampungan yang dibangun kembali dengan rancangan bangunan khusus agar kuat menghadapi kejadian serupa di masa mendatang. Bangunannya seperti rumah panggung. Karena berjalan terburu-buru saya pun lupa mendokumentasikannya.
phi-phi view. gambar diambil dari link ini

Ketika turun dari kapal, kami mencoba bertanya ke beberapa petugas di dermaga dimanakah letak mesjid? Kemudian salah satu dari petugas memberitahukan arahnya. Nama mesjidnya Al-Islah. Arah menuju ke mesjid dari pintu masuk Phi-phi island kita belok kekanan, susuri terus jalan tepi pantai. Letaknya agak di ujung. Jaraknya sekitar 1,5 km dari pintu masuk pulau phi-phi. 

Selama ayah pergi sholat jum'at saya menumpang duduk di pondok kecil tepi pantai milik penduduk sana. Saya pun berbincang - bincang dengan pegawai sebuah agen tour. Ia pun bermain dengan Rumaisa. Dan Rumaisa mau digendong olehnya serta dibawa berjalan - jalan. Sehingga saya nggak ingat untuk foto-foto, karena fokus memperhatikan kemana maisa dibawa. Saya takut Rumaisa diculik :-D 
Mesjid Al-Islah Phi-phi Don Island

Setelah ayah selesai sholat Jum'at kami pun dengan segera menuju Phi-phi hotel untuk mengejar makan siang. Dari tour kami, untuk makan siangnya di sediakan di hotel tersebut. Ketika sampai di restoran hotel tersebut, pelayan langsung mengantarkan kami menuju meja yang memang menyediakan makanan halal. Dan satu meja itu bisa untuk beberapa orang. Saat itu kami bergabung dengan keluarga india dan satu lagi keluarga bule yang tidak tau asalnya dari mana. Makanannya enak dan kita bisa makan sepuasnya apa yang dihidangkan di atas meja. Kalau sudah ada piring lauk atau makanan yang habis, mereka akan mengisi kembali piring yang kosong. Intinya kita bisa makan sepuasnya sampai kenyang... :-D

Setelah itu kami hanya punya waktu setengah jam untuk mengeksplor pulau Phi-phi Don. Kami hanya berjalan-jalan sekitar dermaga saja, takut tertinggal kapal. Akhirnya sekitar jam 14.00 kapal mulai bergerak untuk meninggal dermaga Tonsai. Jadi kesimpulanya perjalanan kami kali ini ke phi-phi  hanya untuk menumpang sholat jum'at :-) Tapi gapapa, dengan begitu kami bisa bersilaturahim dengan saudara kami seiman di pulau ini.

Perahu Traditional Thailand

Dermaga Tonsai


Suasana dalam Phi-phi Don Island

Comments

  1. bagus-bagus pemandangannya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya viewnya bagus. Lebih bagus kalau kita naik speed boat. Tapi teteup lebih cantik bali kok. Terima kasih sudah mampir mbak :-)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Johor baru - singapore trip (part 1)

Johor Bahru - Singapore trip (Part 4)

Ayer - Mutiara Kepulauan