Memperkenalkan anak dengan tanah leluhur

Akhirnya pulang kampung juga. Setelah lebih dari tujuh tahun tidak pernah menengok kampung halaman. Walaupun saya dibesarkan di tanah pasundan, tetapi negeri minang tetap menjadi kampung halaman bagi kami sekeluarga. Karena keluarga kami masih banyak yang di sana.

Sebagai anak perantauan pulang kampung memang tidak kami lakukan rutin setahun sekali, seperti kebanyakan perantau lain. Ayah dan ibu sudah lama tinggal di Jawa Barat, maka pulang kampung biasanya hanya dilakukan kalau memang sedang perlu saja.

Pulang kali ini, belum pernah direncanakan sebelumnya,. Tetapi ibu minta saya menemani beliau pulang untuk melihat kondisi adiknya yang terkena stroke. Kebetulan suami pun pergi training ke India, jadi saya pikir kenapa tidak bawa sekalian anak-anak untuk memperkenalkan tanah leluhur bundanya?
Akhirnya pencarian tiket pun di mulai, alhamdulillah dapat tiket promo garuda dari Padang-jakarta seharga Rp.600 ribu. Akhirnya beli tiket pulang dulu deh :-) 

Ketika tiba hari H-nya, anak - anak sudah mulai bertanya-tanya, seperti apakah padang itu? nanti kita menginap di manakah? dan pertanyaan2 lainnya pun ditanyakan karena rasa penasaran mereka. Sebenarnya kakak syifa sudah ke sana sebelumnya, tapi waktu itu usianya masih 1 tahun, jadi sudah lupa.



Sampai padang, saya langsung menjenguk tante yang sakit. Baru sore harinya saya langsung ke rumah adik nenek. Selama di padang saya menginap di sana, kecuali ibu saya. selama di padang, beliau mau merawat adiknya. Malamnya, kami langsung makan katan durian :-)

Selama di padang saya bawa anak-anak berenang kolam renang baru yang tidak jauh dari rumah nenek saya. dari sana viewnya bagus, karena letaknya di lereng bukit, mereka menyingkatnya menjadi kolam renang ABG.

Esoknya kami pergi ke pantai padang, beli oleh-oleh di Christine Hakim, kemudian makan sate dan beli cendol di Cindua Patimura. Hampir setiap hari saya makan sate, karena tiap pedagang punya rasa khas masing-masing. Dipadanglah saya merasakan sate padang dagingnya aayam, karena biasanya saya beli sate padang pakai daging sapi saja.

Hari Minggunya, menjelang puasa ramadhan, kami pun berencana ke bukit tinggi. Tapi karena berangkat sudah agak siang, maka lembah anai hanya terlewati. Sampai bukit tinggi, kami langsung menuju ngarai sianok, sambil makan siang dengan itiak lado mudo di sana.

Dalam perjalanan ke bukit tinggi, kami sempatkan untuk singgah di teman paman, daerah kayu tanam, untuk membeli durian. Di sana duriannya terkenal enak. Lagi pula jauh lebih murah dibandingkan beli durian di daerah jabotabek.

Setelah puas dingarai, kami pun beranjak menuju Jam Gadang yang merupakan landmark kota bukit tinggi. Waah.... ternyata di sana cari parkirannya sussssaaaah dan macet.
lembah anai (gambar diambil dari sini )




itiak lado mudo



Comments

  1. Waaaa mahal juga ya ke padang. Hehehe... asik mudik sambil jalan-jalan. Jadi pingin liburaaan *_-

    ReplyDelete
  2. thanks. semoga bermanfaat :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Johor baru - singapore trip (part 1)

Johor Bahru - Singapore trip (Part 4)

Ayer - Mutiara Kepulauan