Tsaqif dan sekolahnya


Tsaqif, anak bujangku, sudah lama memintaku untuk mengisi blog yang bercerita tentangnya. Tapi baru hari ini kupenuhi permintaannya. Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalaman sekolahnya.

Tsaqif sangat manja padaku. Rasa ketergantungannya sangat besar padaku.Apalagi ketika ia tahu aku hamil adiknya dan setiap hamil aku selalu mabok berat, Alhasil tsaqif sering uring-uringan. Entah itu aku dijambaknya ataukah dicubit. Mungkin karena ia merasa bundanya sering tiduran dan jarang main dengannya, sehingga ia anggap bunda nggak perhatian lagi. Sampai usia kandunganku empat bulan, ia baru bisa bersikap seperti sedia kala.
Tahun itu, ia harus bersekolah untuk masuk ke jenjang TKA. Awalnya kami tidak survey terlebih dahulu, karena kami memang merencanakan memasukan ke sekolah TK kak Syifa dulu yang kami anggap sudah cocok dengan kami. Tetapi ketika trial ia pun masih menangis kalau bundanya agak menjauh. Akhirnya kami coba ke beberapa sekolah yang cocok konsepnya dengan kami, tetapi semuanya sama. sepertinya tsaqif masih merasa nyaman dengan bunda. Cuman bunda fikir, tsaqif harus sekolah tahun ini, karena akan ada adik bayi, dan bunda sepertinya nggak sanggup kalau sambil menjaga bayi sekaligus harus mengajak tsaqif bermain seharian, karena waktu itu belum ada asisten Rumah Tangga.


Akhirnya kita kasih DP dulu ke sekolah kak syifa yang lama. Tetapi ia ternyata masih sering nangis ketika diajak dialog tentang sekolah dan ia selalu menjawab "Tsaqif ga mau sekolah! Tsaqif maunya sama bunda terus di rumah." Aku pun ragu-ragu apakah ia harus di sekolahkan atau tidak? mengingat biaya yang aku keluarkan untuk bersekolah di TK kakaknya dulu tidak sedikit. Aku jadi takut, kalau-kalau ditengah jalan, tsaqif ternyata benar-benar nggak mau sekolah alias mogok. Wah... sayang banget ma uangnya :)

Ketika aku sedang bingung seperti itu, tiba - tiba ada yang mengantarkan majalah info depok ke rumah kami. Ternyata di dalammya terdapat info kalau SAI (sekolah Alam Indonesia) yang diciganjur itu akan buka cabang di dekat studio Alam TVRI. Ayah langsung menghubungi contact personnya saat itu juga. Karena sebenarnya yang sangat berminat memasukkan anaknya ke SAI adalah ayah. :)

Beberapa hari setelah itu, kami pun survey ke lokasi. Alangkah kagetnya kami, karena di lokasi bangunan sekolahnya belum ada. Yang ada saat itu adalah pembangunan mesjidnya. Untuk pendaftaran pun kami di terima di sebuah tenda. Panitia penerimaan siswa baru menerangkan site plan kepada kami. Dan mereka berjanji kalau pembangunan saung itu akan cepat jadi. Dan ayah tetap yakin kalau ini sekolah yang terbaik untuk tsaqif, dan langsung beli formulir saat itu juga. Walaupun saat itu tsaqif belum terlalu memberikan respon positif.

Ketika mengumpulkan formulir, saya memilih mengantarkannya ke ciganjur. Dan disaat itulah tsaqif mulai menunjukkan ketertarikannya kepada SAI ini. Tetapi saat dilaksanakan trial tsaqif tidak bisa ikut, karena sedang sakit. Sehingga ia belum beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya.

Hari pertama sekolah tiba, ayah sengaja mengambil cuti hari itu untuk menemani tsaqif sekolah, karena saya baru saja melahirkan sekitar 2 minggu. Sedih rasanya tidak bisa mendampingi tsaqif memulai mengenal lingkungan barunya. Hari pertama tsaqif tidak mau di tinggal. Hari kedua ditemani oleh nenek, dan tetap tidak mau ditinggal. Ketika hari ketiga masih tidak mau ditinggal, akhirnya gurunya agak memaksa tsaqif untuk sekolah sendiri. jadi walaupun tsaqif menangis, tetap tidak boleh ditemani. Karena biasanya kata gurunya itu tidak akan lama.

Seiring berjalannya waktu, tsaqif sudah mulai mau bermain dengan temannya, tetapi saya melihat sepertinya ia belum include dan merasa nyaman dengan lingkungan sekolahnya. Ia sering malas bergabung bermain dengan teman-temannya. Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada home visit ke rumah, ibu gurunya cerita kalau tsaqif sudah mulai kelihatan aslinya, yaitu suka iseng. :-) berarti ia sudah mulai nyaman, pikirku.
Home visit, merupakan salah satu program di SAI. Tiap bulan akan bergilir rumah siswa yang akan dikunjungi. Selain itu program SAI ada market day, out bond, life skill, renang, berkebun (saya pernah dapat hasil panennya), cooking class, OTFA,dsb. Penyampaian materinya menggunakan sistem tematik. Setiap 1-1,5 bulan sekali temanya akan ganti. Minggu depan tsaqif akan mencoba sekolah pada malam hari yang berkaitan dengan temanya "Siang dan Malam".
Untuk orang tua yang anaknya sekolah di SAI, tiap hari harus siap menerima pakaian anak yang kotor terkena noda tanah bahkan lumpur.
akhirnya tak perlu diantar lagi

fashion show di sekolah

juara lomba mewarnai di lingkungan rumah

hari pertama sekolah

menyendiri diantara keramaian

tahap pembangunan SAI Salam

Comments

  1. wah mak, makasih infonya. saya kebetulan sedang mencari2 testimoni orangtua yang menyekolahkan anaknya di SAI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan infonya bermanfaat ya mak :-)

      Delete
  2. Tsaqif mirip sama anak kedua saya, lengket banget sama saya. Saya memilih memasukkannya ke taman bermain agar dia lebih pede dan berani. Alhamduliah, sekarang dia lebih pede, bahkan berani tampildalam sebuah pertunjukkan perkusi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Johor baru - singapore trip (part 1)

Johor Bahru - Singapore trip (Part 4)

Ayer - Mutiara Kepulauan